Mesothelioma adalah salah satu jenis kanker yang berkembang pada lapisan yang menutupi permukaan luar pada sebagian besar organ dalam tubuh atau bisa di sebut mesothelium. Kanker ini merupakan salah satu tumor ganas yang jarang terjadi dan belum ada obatnya.

Faktanya yang berkembang di negara kita adalah, sebanyak 80% penyebabnya adalah inhalasi debu yang mengandung material asbestos dan menginfeksi paru-paru (kasus yang terjadi pada umumnya). Penggunaan asbes sendiri di Indonesia tergolong sangat besar karena salah satu material termurah serta produk yang di pilih bagi sebagian besar masyarakat.

Mesothelioma tidak hanya dapat menginfeksi paru-paru, dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi tumor ganas ini juga dapat menyerang bagian lain seperti pada lapisan perut dan lapisan testis atau buah zakar.

Berdasarkan lokasi atau tempat berkembangnya sel kanker, Mesothelioma digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:

Jenis Kanker Mesothelioma

gejala mesothelioma
gejala mesothelioma
  1. Mesothelioma pleura (pleural mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang mesothelium bagian selaput paru-paru (pleura), kanker ini merupakan yang paling sering terjadi pada masyarakat umum.
  2. Mesothelioma peritoneum (peritoneal mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang bagian selaput rongga perut (peritoneum).
  3. Mesothelioma perikardium (pericardial mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang lapisan pelindung organ jantung (perikardium), kanker jenis ini cukup jarang terjadi pada masyarakat.
  4. Mesothelioma testis (testicular mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang lapisan mesothelium testis atau buah zakar, kanker ini juga terbilang sangat jarang terjadi.

Penyebab Kanker Mesothelioma

Penyebab utama pada kanker mesothelioma adalah karena paparan asbes / asbestos. Material berbahaya ini banyak di jumpai pada kehidupan sehari-hari, contoh paling dekat adalah penggunaan Talc atau bedak yang terkontaminasi oleh material asbestos.

Selain hal di atas, penggunaan material bangunan yang mengandung asbes, lingkungan kerja yang rentan akan paparan asbestos seperti lokasi konstruksi bangunan, tambang mineral bumi, pembangkit listrik, industri tekstil maupun pabrik baja .

Paparan material berbahaya ini terhirup olah bagian pernafasan dan mengendap pada selaput paru-paru selama beberapa dekade, karena  material ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk merusak sel lapisan organ dalam tubuh dan kerusakan tersebut mengarah pada terjadinya sel-sel kanker

Tidak hanya itu, material asbestos yang berukuran mikroskopis juga dapat berkembang di bagian-bagian vital organ dalam manusia seperti lapisan jantung dan lapisan perut bahkan pada kasus yang sangat langka dapat terjadi pada bagian testis atau buah zakar.

Hal ini dapat terjadi karena material yang berukuran mikroskopis tertelan dan masuk kedalam pembuluh darah dan tertanam pada lapisan bagian organ tersebut, lalu merusak sel pelindung dan menyebabkan peradangan. dalam waktu yang lama dapat membentuk sel tumor pada lapisan organ yang rusak, yang kemudian menyebabkan Mesothelioma

Gejala Mesothelioma


Diagnosis secara dini dapat sangat membantu peluang pasien untuk mendapatkan manfaat lebih banyak pilihan pengobatan. Pada awalnya, mungkin akan terjadi kesalahan diagnosa, karena gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan kondisi penyakit lain.

Tanda-tanda atau gejala mesothelioma terjadi setelah sel-sel tumor yang telah menyebar atau berkembang dan menekan jaringan di sekitarnya. Kemudian pasien mulai merasakan beberapa gejala umum yang terjadi tergantung pada lokasi atau tempat berkembangnya sel tumor tersebut.

Selanjutnya adalah gejala-gejala yang di timbulkan berdasarkan lokasi atau tempat berkembangnya mesothelioma.

Pada mesothelioma yang menyerang bagian paru-paru (Pleural Mesothelioma) biasanya di tandai dengan gejala :

  • Demam dan selalu berkeringat, terutama pada saat malam hari.
  • Merasa nyeri ketika batuk
  • Batuk berdarah
  • Rasa lelah yang selalu berlebihan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Muncul benjolan, tepatnya di bawah jaringan kulit area dada.
  • Pembengkakan dan perubahan bentuk pada ujung jari.
  • Merasa nyeri pada bagian dada.
  • Merasa sesak nafas yang di sebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru, lebih tepatnya di rongga pleura, atau ruangan antara lapisan kedua pleura yang melapisi paru-paru.

Sedangkan pada Peritoneal mesothelioma atau kanker mesothelioma yang menyerang bagian rongga perut, di tandai dengan gejala:

  • Konstipasi atau sulit membuang air besar.
  • Diare.
  • Hilang nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang drastis.
  • Merasa nyeri yang berlebih di bagian perut.
  • Adanya pembengkakan di bagian perut.
  • Muncul benjolan di bagian perut.
  • Gangguan pada area pencernaan seperti gangguan saat buang air besar dan air kecil.

Diagnosis Mesothelioma

Untuk mendiagnosis kanker mesothelioma mungkin akan menjadi tantangan dan butuh beberapa macam tes untuk memastikan bahwa sel tumor telah berkembang. Sel-sel Mesothelioma pada tahap awal akan terlihat sama dengan sel kanker jenis lain, bahkan mirip dengan sel normal.

Jika anda merasakan pernah terpapar oleh material asbestos, maka jangan sungkan untuk memberi keterangan kepada dokter agar mendapat penanganan  lebih awal. Karena tidak semua dokter akan langsung mencurigai adanya mesothelioma jika tidak ada keterangan memiliki riwayat tentang terpaparnya material asbestos.

Berikut beberapa metode pencritraan untuk mendeteksi adanya kanker mesothelioma pada tubuh, di antaranya sebagai berikut:

  • Rontgen

    Metode ini menggunakan sinar X-Ray yang di sorot langsung ke bagian dada atau perut guna mendeteksi adanya perubahan bentuk seperti pada lapisan paru-paru, penebalan pleura, dan cairan di ruang antara paru-paru dengan dinding dada untuk pleura mesothelioma.
    Untuk peritoneal mesothelioma bisa di lihat dari perubahan pada bagian perut seperti cairan dan penebalan area lapisan dinding perut.

  • CT scan

    Proses pencitraan  ini hampir serupa dengan Rontgen.  Akan tetapi hasil yang di berikan jauh lebih jelas serta menggunakan lebih banyak radiasi bagi pasien.

    Menggunakan media perangkat lunak dan mesin yang jauh lebih besar untuk lebih mengindentifikasi gambar sel atau jaringan yang kecil secara lebih jelas dan detail yang lebih baik. Hal ini sangat memberikan keuntungan bagi dokter serta membantu para dokter untuk dapat mengevaluasi hasil tangkapan layar CT Scan.

  • PET (Positron Emission Tomography)

    Pada Metode diagnosis ini menggunakan cairan dosis intravena radioaktif yang di injeksikan ke dalam tubuh. Di mana fungsi cairan tersebut adalah sebagai sinyal yang membuat sel-sel yang meradang menyala saat proses diagnosis CT Scan berlangsung.

    Prosesnya sama dengan CT Scan, Dokter akan mendapatkan lokasi atau titik pada bagian lapisan organ yang kemungkinan meradang lalu kemudian terbentuk kanker mesothelioma. Dokter juga dapat mengetahui seberapa cepat perkembangan sel kanker dan sudah sampai sejauh mana penyebaran sel-sel kanker tersebut.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

    Metode pencitraan MRI ini juga hampir serupa dengan metode sebelumnya di mana mengidentifikasikan serta memvisualisasikan object atau bagian organ tubuh pasien dengan lebih jelas. MRI adalah salah satu metode yang sangat membantu dalam melakukan pemindaian seperti kondisi tulang, saraf dan jaringan otak.

    pada metode ini menggunakan sistem radiasi elektromagnetik untuk melacak pada bagian mana sel kanker yang berkembang dan jenis jaringan mana yang telah terpengaruh oleh mesothelioma, apakah telah terjadi penyebaran atau metastasis pada sel kanker tersebut.

  • Pemeriksaan sampel cairan

    Jika ada indikasi penumpukan cairan di bagian tertentu pada tubuh pasien terkait adanya kanker mesothelioma, maka metode yang akan di ambil oleh ahli medis adalah dengan mengambil sampel cairan tersebut dengan memasukan atau melakukan injeksi pada bagian atau area tempat terjadinya penumpukan cairan tersebut.

    Dan selanjutnya sampel cairan tersebut akan di analisa di laboratorium guna mendeteksi keberadaan sel kanker berada. Berikut beberapa jenis tes pengambilan sampel cairan:

    – Thoracentesis, adalah pengambilan sampel cairan pada area rongga selaput paru-paru (pleura).
    Paracentesis, pengambilan cairan di rongga perut.
    – Pericardiocentesis, pengambilan sampel cairan di lapisan (membran) sekitar jantung.

  • Biopsi

    Pengertian biopsi adalah prosedur pengangkatan sampel jaringan dari bagian tubuh tertentu dan kemudian di analisa di laboratorium. Metode ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan keberadaan kanker mesothelioma pada tubuh pasien.

    Dengan melakukan biopsi akan sangat membantu ahli medis atau dokter dalam melakukan analisa medis, karena dengan metode ini mereka dapat mengetahui jenis dan stadium sel kanker, dan selanjutnya  membuat rencana perawatan yang lebih tepat untuk pasien.

    Ada beberapa jenis pemeriksaan biopsi, yaitu

    Biopsi Jarum

    Jenis biopsi dengan menggunakan jarum panjang yang di injeksikan pada bagian tubuh melalui kulit ke dalam rongga dada atau perut untuk mengambil sampel jaringan di dalam tubuh.Torakoskopi, laparoskopi, dan mediastinoskopi.
    adalah jenis biopsi dengan menggunakan selang elastis kecil, terdapat kamera dan alat bedah khusus yang kemudian di masukkan dengan membuat satu atau lebih sayatan kecil untuk melakukan pengangkatan sampel jaringan. Jenis prosedur pengangkatan sampel biasanya tergantung pada bagian tubuh yang menjalani pemeriksaan, seperti:

    Torakoskopi, untuk memeriksa bagian ruang antara paru-paru dan dinding dada.
    Laparoskopi, untuk memeriksa bagian dalam organ perut.
    Sedangkan,
    Mediastinoskopi untuk memeriksa area sekitar jantung.

    Biopsi Melalui Operasi

    Untuk beberapa kondisi, dokter akan melakukan tindakan yang invasif untuk mengambil contoh jaringan yang lebih besar untuk analisa dan menentukan diagnosis. Terkadang, ahli medis juga akan melakukan tindakan pengangkatan seluruh tumor jika kondisi memungkinkan.
    adapun jenis biopsi melalui operasi, diantaranya adalah:

    Torakotomi.
    yaitu jenis biopsi dengan melakukan operasi terbuka di bagian dada.


    Laparotomi.

    yakni melakukan biopsi dengan tindakan operasi terbuka di bagian perut.

    Biopsi Bronkoskopi

    Prosedur biopsi ini adalah dengan melakukan pengangkatan contoh atau sampel jaringan menggunakan alat berupa  tabung bersifat elastis berukuran panjang dan tipis yang di masukkan melalui tenggorokan untuk memeriksa saluran pernapasan.Sekitar 98% biopsi definitif dalam mendiagnosis kanker mesothelioma.

    Jenis biopsi yang di lakukan tergantung pada lokasi kanker dan toleransi pasien. Walaupun akan mendapatkan hasil kurang akurat, dokter dapat melakukan aspirasi jarum halus atau biopsi cair, juga di kenal sebagai tes sitologi, untuk jaringan tumor yang sulit untuk di lakukan metode biopsi.Dalam tes sitologi, dokter mengangkat sampel cairan dari lokasi tumor yang di curigai.

    Seorang ahli patologi kemudian melihat cairan menggunakan mikroskop untuk menganalisa sel kanker.Untuk sampel jaringan padat, dokter mengangkat sepotong tumor yang di curigai selama biopsi. Kemudian, ahli patologi akan menganalisa lebih lanjut untuk menentukan jenis dan karakteristik sel kanker.Setelah diagnosis mesothelioma, pasien dapat memulai pengobatan untuk membantu memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kelangsungan hidup. Mencari spesialis mesothelioma memastikan akses ke opsi dan sumber perawatan lanjutan.

    Baca Juga Kanker Mesothelioma Kenali Gejalanya

Stadium Mesothelioma


Penentuan stadium untuk kanker ini, yaitu stadium 1–4, ketika massa kanker mulai di satu titik lalu menyebar ke kelenjar limfa yang terdekat. Namun, secara spesifik berikut metode penentuan stadium pada mesothelioma:

Stadium 1A
Kanker berada di salah satu bagian dada di dalam dinding dada. Kanker belum menyebar ke dalam paru-paru.

Stadium 1B
Kanker ada di dalam dinding dada pada bagian satu sisi dan pada bagian dinding lain yang menutupi paru-paru.

Stadium 2
Kanker sudah bermetastase atau mulai menyebar, hingga mencapai atas esofagus. Dan ukuran tumor juga sudah mulai membesar

Stadium 3
Kanker yang telah menyebar lebih jauh ke diafragma, hingga mencapai bagian abdomen dan kelenjar limfa di luar dada.

Stadium 4
Kanker sudah berada di peredaran darah dan sudah menyebar ke organ lain saat ini.

Pengobatan Mesothelioma

Sayangnya, mesothelioma adalah penyakit agresif dan belum ada cara untuk menyembuhkannya. Kanker mesothelioma biasanya terindikasi pada stadium lanjut  ketika tidak mungkin untuk mengangkat kanker melalui operasi. Sebaliknya, ahli medis mungkin melakukan tindakan untuk mengendalikan kanker  untuk membuat pasien lebih nyaman.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker. Metode pengobatan ini secara sistemik berjalan ke seluruh tubuh dan dapat mengecilkan atau memperlambat pertumbuhan mesothelioma.

Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini menggunakan paparan sinar X (X-ray) atau dengan radiasi tingkat  yang di fokuskan pada area atau bagian tubuh yang bertujuan untuk mengecilkan volume kanke bahkan mungkin bisa menghilangkan atau membunuh sel kanker yang ada. Untuk melakukan terapi ini biasanya pada pasca operasi guna mengoptimalkan proses pengangkatan sel tumor dengan membunuh sisa-sisa sel kanker.

Operasi

Tindakan pembedahan atau operasi dilakukan ketika kanker mesothelioma masih berada pada stadium awal yaitu pada saat tumor masih ada di satu bagian tubuh dan belum menyebar ke area sekitar. Walaupun ukuran atau volume sel sudah mulai berubah, tindakan ini masi dapat di lakukan.
Ada beberapa pilihan tindakan yang mungkin di lakukan ahli medis selama operasi. Di antaranya adalah:

  1. Pengangkatan sel kanker sebanyak mungkin dari tubuh pasien. Setelah dilakukan pengangkatan, kemudian pengobatan pasien dapat di tunjang dengan terapi radiasi (radioterapi) untuk mengurangi rasa nyeri dan menghambat pertumbuhan kanker.
  2. Kemudian ahli medis akan melakukan tindakan penyedotan cairan jika terjadi penumpukan cairan di area dada yang dapat mengganggu pernapasan. Tindakan ini di lakukan dengan memasukkan tabung kateter ke dalam dada untuk mengambil cairan.
    Dokter juga dapat melakukan tindakan pleurodesis yaitu dengan menginjeksikan obat untuk merekatkan rongga pleura sehingga cairan tidak dapat menumpuk lagi.
  3. Pengangkatan jaringan di sekitar bagian rongga perut, bagian tulang rusuk, atau bagian paru-paru yang terjangkit sel kanker.
    Pengangkatan bagian bagian organ paru-paru yang terinfeksi dan jaringan di sekitarnya. metode operasi ini biasanya kemudian dapat di lanjutkan dengan radioterapi.

Multimodality therapy

Untuk jenis pengobatan ini tidak jauh berbeda dengan yang sudah kami jelaskan sebelumnya, hanya pada terapi multimodality adalah gabungan lebih dari satu atau beberapa metode pengobatan.

Sebagai contoh adalah, seorang pasien yangtelah menjalani tindakan pembedahan atau operasi untuk pengangkatan sel kanker, kemudian dilakukan kemoterapi pasca operasi untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang telah diangkat melalui tindakan operasi sebelumnya. Setelah itu untuk memperbesar persentase keberhasilan dapat dilanjutkan dengan radioterapi atau terapi radiasi yang lebih memfokuskan menghilangkan sel-sel kanker yang masih tersisa di tubuh pasien tersebut.

Tahap penelitian 

Dokter akan merekomendasikan metode pengobatan yang masih dalam tahap penelitian. Bagi pasien artinya adalah kesempatan untuk sembuh dari kanker ini belum dapat dipastikan.

Oleh karena itu perlu adanya penelitian dan analisa lebih lanjut dalam kasus kasus yang sangat jarang terjadi seperti pada mesothelioma. Para dokter memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengembangkan pengobatan terkait mesothelomia.

Beberapa metode pengobatan yang masih dalam  penelitian yang dapat dilakukan terhadap pasien diantaranya adalah :

Terapi biologis, adalah dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker yang tumbuh, atau  bisa disebut imunoterapi.

Therapy gen, yaitu dengan mengubah gen dalam sel kanker untuk menghentikan proses pertumbuhan sel kanker

Pengobatan target, dimana metode yang menggunakan obat atau zat lainnya guna menyerang  menargetkan kelainan atau abnormalitas yang terjadi dalam sel kanker.

Pengobatan pendukung

Untuk pengobatan pendukung dalam berbagai macam terapi atau metode yang telah kami jelaskan sebelumnya, pasien dapat melakukan beberapa latihan yang dapat membantu untuk mengendalikan dan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan atas tanda atau gejala-gejala kanker mesothelioma

Berikut contoh latihan yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

  • Latihan Pernafasan, Disaat penderita atau pasien mengalami kesulitan bernafas latihan ini sangat berguna untuk mengatur dan mengendalikan ritme dalam melakukan pernafasan.
  • Latihan Relaksasi Tubuh, latihan ini juga tidak kalah pentingnya yaitu untuk membantu pasien atau penderita mengurangi resiko terjadinya ketegangan otot pernafasan dan membantu agar lebih mudah bernafas apabila mengalami gangguan pernafasan sehingga kesulitan bernafas.

Pencegahan Mesothelioma

Bangun jaringan pendukung mesothelioma untuk membantu Anda dan orang yang Anda cintai untuk mengatasi kanker ini. Selalu dalam jangkau keluarga, teman, tetangga, dan anggota komunitas. Sistem pendukung yang kuat akan membantu Anda melewati tantangan setelah adanya diagnosis mesothelioma.

Untuk mencegah mesothelioma yang paling penting adalah menghindari kontak dengan berbagai hal yang berpotensi terpapar asbestos atau menghindari berbagai lokasi yang memungkinkan adanya polusi udara yang berbahaya bagi saluran pernafasan.

jika anda bekerja pada lingkungan yang beresiko tinggi terpaparnya asbestos. maka harus lebih waspada dan mengikuti standart keselamatan bekerja yang telah di atur oleh perusahaan seperti:

  1. Menggunakan alat pelindung diri selama berada di kawasan atau area yang rentan terpapar oleh asbestos.
  2. Membuang sisa material asbestos pada tempat yang aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
  3. Mengganti pakaian dengan yang bersih setelah keluar dari area kerja.

Untuk mengurangi resiko mesothelioma lakukan ini :

  1. Selalu menggunakan masker selama berada di kawasan atau area yang rentan terpapar zat asbestos.
  2. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Jika anda seorang perokok, mulai pikirkan kembali kesehatan anda di masa mendatang.
  3. Pikirkan untuk mulai berhenti merokok.
  4. Karena rokok secara tidak langsung adalah salah satu faktor utama pemicu berbagai jenis kanker termasuk mesothelioma.
  5. Pelajari tentang penanganan material yang mengandung asbestos, jangan melakukan kontak atau memindahkan barang atau materi lainnya yang mengandung asbestos.