Gejala Kanker ovarium tidak mudah untuk di deteksi, kanker ini adalah jenis tumor ganas pada organ reproduksi perempuan, Jenis kanker ini juga merupakan kanker yang paling sering terjadi pada organ reproduksi wanita akan di bahas secara lengkap di sini.

Menurut data statistik American Cancer Society, Sekitar 4% dari seluruh tumor ganas yang di alami kaum perempuan dan menempati peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker adalah kanker ovarium.

Meski penyebabnya belum di ketahui secara pasti, kanker ini tidak hanya terjadi di wanita pada usia lanjut dan memiliki riwayat kanker ovarium pada keluarga terdahulunya, Namun bisa juga terjadi pada wanita pada usia menengah dan masih dalam masa subur.

Adanya  asumsi atau perkiraan kemungkinan sama dengan penyebab kanker secara umum, yaitu terjadinya mutasi DNA pada sel. Mutasi sel ini dapat di sebabkan oleh berbagai hal yang sifatnya karsinogenik atau mengkonsumsi zat atau senyawa yang dapat menyebabkan kanker, seperti merokok dan minum alkohol.

Seorang wanita khususnya juga harus menjaga pola makan, seperti meningkatkan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Dan juga sebaliknya, harus juga dapat membatasi konsumsi makanan yang berpotensi meningkatkan risiko kanker, seperti daging merah, makanan olahan (cepat saji), dan makanan manis.

Langkah pencegahan kanker ovarium selanjutnya adalah seorang wanita seharusnya menjaga berat badan tetap ideal. Pasalnya, faktor obesitas juga dapat meningkatkan bertumbuhnya berbagai jenis sel kanker, termasuk kanker ovarium. Para wanita harus berusaha untuk menyempurnakan pola hidup sehat dengan menjalankan olahraga secara rutin terutama menjaga kesehatan organ reproduksinya.

Diagnosis Kanker Ovarium

Diagnosis awal dilakukan berdasarkan tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang dialami, riwayat kesehatan dari keluarga (yang masih memiliki hubungan darah), dan hasil pemeriksaan kesehatan fisik pasien. Kemudian, pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk memperkuat hasil diagnosa, meliputi USG, pemeriksaan darah, ataupun biopsi.

  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) yang dilakukan untuk memeriksa perut bagian bawah serta organ reproduksi untuk mendapatkan hasil gambaran atau pencitraan bentuk, ukuran, dan struktur ovarium.
  • Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan protein CA 125 (Cancer Antigen 125) dalam darah. Apabila kadar CA 125 dalam darah yang tinggi bisa mengindikasikan kanker ovarium. Namun, tes ini tidak bisa dijadikan acuan tunggal karena CA 125 bukan tes yang spesifik, kadarnya bisa meningkat pada kondisi lain yang bukan kanker, dan tidak semua pengidap kanker ovarium mengalami peningkatan kadar CA 125 dalam darah. Pemeriksaan ini hanya sebagai penunjang untuk memperkuat hasil diagnosa.

Gejala Kanker Ovarium

Pada stadium awal kanker ovarium, tanda atau gejalanya jarang sekali terjadi. Oleh sebab itu, kanker ovarium biasanya baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut atau sudah mulai menyebar ke organ lain.

Gejala yang ditimbulkan apabila sudah pada tahap stadium lanjut dari kanker ovarium juga tidak terlalu khas dan bahkan dapat menyerupai penyakit lain. Tanda – tanda atau gejala yang dialami oleh penderita kanker ovarium diantaranya bisa sebagai berikut :

  • Perut terasa kembung.
  • Cepat merasakan kenyang.
  • Sering Mual.
  • Sakit perut.
  • Mengalami Konstipasi (sembelit) atau susah buang air besar.
  • Adanya pembengkakan pada perut.
  • Berat badan yang turun dengan drastis.
  • Sering buang air kecil.
  • Sakit punggung bagian bawah.
  • Merasa nyeri dan sakit saat berhubungan seks.
  • Keluar darah dari vagina.
  • Perubahan siklus menstruasi, pada penderita yang masih mengalami menstruasi.

Wanita yang akan menjalani terapi pengganti hormon untuk meredakan gejala pada masa menopause sangat di sarankan melakukan konsultasi kembali dengan dokter tentang manfaat dan risiko terapi ini.

Terapi pengganti hormon beresiko menyebabkan terjangkitnya kanker ovarium, terutama pada wanita yang anggota keluarganya pernah ada riwayat memiliki kanker ovarium atau kanker payudara.

Jika sering mengalami gejala gangguan pencernaan, seperti perut kembung, cepat merasakan kenyang, seringnya merasakan sakit perut, atau susah buang air besar, dan apabila sudah mengalami selama lebih dari 3 minggu dengan tidak adanya perubahan , sebaikny segeralah konsultasikan kepada dokter. Kemudian dokter akan segera melakukan diagnosa untuk mencari penyebab terjadinya gejala-gejala tersebut.

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Berikut adalah beberapa metode yang dapat mencegah kanker ovarium secara efektif:

  • Melakukan diet yang seimbang, hindari makan makanan yang tinggi akan kandungan lemak.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Melatih emosi agar lebih stabil dan melakukan manajemen stres yang efektif.
  • Wanita yang memiliki kelainan atau disfungsi ovarium dalam jangka panjang harus menjalani perawatan rutin.
  • Mulai mengurangi atau berhenti merokok apabila anda adalah seorang wanita perokok.
  • Sangat di sarankan untuk tidak menggunakan terapi penggantian hormon.
  • Apabila telah memiliki anak, di sarankan untuk menyusui anak selama 2 tahun.
  • Mengkonsumsi Pil KB kombinasi apabila sudah merasa cukup memiliki keturunan.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang biasa menggunakan alat kontrasepsi oral (pil KB) selama lebih dari 5 tahun memiliki risiko kanker ovarium yang lebih rendah. Setidaknya seorang wanita yang pernah hamil satu kali, telah menyusui, atau pernah mengalami ligasi tuba (operasi untuk menutup tuba falopi) atau operasi pengangkatan serviks juga dapat mengurangi risiko kanker ovarium.

Berdasarkan studi kasus pada tahun 2020 dari jurnal JAMA Oncology, wanita yang menyusui dapat mempengaruhi turunnya resiko terjangkitnya kanker ovarium terutama jenis tumor epitel sebesar 24%. Penurunan risiko akan semakin bertambah besar, jika waktu menyusui juga lebih lama.

Sedangkan jenis tumor epitel adalah penyakit kanker yang terjadi pada sel-sel yang berada di bagian permukaan luar ovarium. Tumor ini sering menyerang kaum wanita, hampir 75% kasus kanker ovarium merupakan tumor epitel.

Berdasarkan tingkat bahayanya gejala kanker ovarium di bedakan menjadi 4 tahapan, di mana secara umum semakin besar angka pada tahapan stadium menandakan sel kanker sudah semakin banyak dan menyebar ke beberapa area organ lainnya. begitu pula sebaliknya, semakin kecil angka stadium maka semakin sedikit pula jumlah sel kanker yang ada pada organ tersebut.

Berdasarkan Informasi yang diambil dari beberapa narasumber, berikut klasifikasi dalam menentukan stadium kanker, di antaranya adalah:

Kanker Stadium 1 (I)

Pada kanker ovarium stadium 1 menandakan bahwa sel kanker hanya ada pada satu titik yakni di bagian ovarium saja. Pada tingkat ini, kanker ovarium di bedakan menjadi beberapa kelompok, yakni:

  • Kanker Stadium 1 (I)
    Pada tahap ini kanker yang hanya ada pada indung telur atau saluran tuba dan belum menyebar.
  • Kanker Stadium 1A (IA)
    Di tahap ini keadaan satu indung telur yang terkena kanker, tumor hanya ada pada bagian dalam indung telur. Sel kanker tidak ada yang terdeteksi pada permukaan ovarium dan tidak ada sel ganas kanker yang terdeteksi pada area perut atau panggul.
  • Kanker Stadium 1B (IB)
    Sel Kanker di tahap ini di mana kondisi dua indung telur terkena kanker, tapi tidak ada kanker yang terdeteksi di permukaan indung telur, perut, maupun panggul.
  • Kanker Stadium 1C (IC)
    Pada tingkatan ini kanker ada pada satu atau dua indung telur dengan di ikuti keterangan berikut:– Kanker Stadium 1C-1 (IC-1),di mana jaringan indung telur yang mengelilingi tumor dalam kondisi tidak utuh atau pecah selama operasi.– Kanker Stadium 1C-2 (IC-2), adalah  jaringan indung telur yang mengelilingi tumor sudah pecah sebelum operasi dan ada sel abnormal di permukaan luar  ovarium; dan– Kanker Stadium 1C-3 (IC-3), adalah sel kanker terdeteksi di bagian perut atau panggul.

Pada tingkat ini, tindakan medis yang umum di lakukan oleh ahli medis adalah operasi pengangkatan tumor. Pada beberapa kasus ahli medis akan melakukan pengangkatan uterus, kedua saluran tuba, atau kedua ovarium. Tindakan operasi ini di kenal dengan istilah histerektomi dengan salpingo-ooforektomi bilateral.

Kanker Stadium 2

Pada tahap kanker ovarium stadium 2 artinya sel kanker telah tumbuh di luar ovarium atau tumbuh di area sekitar panggul. Pada tahap ini, kanker ovarium dapat di bedakan kembali menjadi beberapa kelompok, yakni:

  • Kanker Stadium 2 (II)
    Sel kanker telah terdeteksi berada pada salah satu atau kedua indung telur dan telah menyebar ke area panggul, seperti rahim atau kandung kemih.
  • Kanker Stadium 2A (IIA)
    Pada tahap ini sel kanker telah menyebar ke area rahim atau ke bagian saluran tuba.
  • Kanker Stadium 2B (IIB)
    Sel kanker sudah mulai mempengaruhi dan menyebar ke area organ-organ lain di panggul Anda, seperti kandung kemih atau anus.

Perawatan untuk kanker pada stadium ini adalah histerektomi dengan salpingo-ooforektomi bilateral. Kemudian, di lanjutkan dengan kemoterapi setelah operasi setidaknya 6 siklus.

Kanker Stadium 3

Kanker ovarium stadium 3 dapat di artikan kanker telah menyebar ke luar area panggul, mulai masuk ke dalam rongga perut, atau ke bagian kelenjar getah bening di belakang perut. Pada tahap  ini, kanker ovarium di bedakan kembali menjadi beberapa kelompok, yakni:

  • Kanker Ovarium Stadium 3A
    Sel-sel kanker berada pada salah satu atau kedua ovarium atau saluran tuba. Selama operasi tidak ada kanker yang terlihat di luar panggul di dalam perut. Tetapi ada kemungkinan sel kanker akan menyebar pada kelenjar getah bening di sekitar luar panggul di dalam perut.
  • Kanker Ovarium Stadium 3B
    Pada tingkat ini keadaan tumor telah berdiameter kurang dari 2 cm terlihat di luar panggul di dalam perut. Ada kemungkinan juga pada kelenjar getah bening di sekitar luar panggul di dalam perut telah terinfeksi oleh sel kanker.
  • Kanker Ovarium Stadium 3C
    adalah tumor yang berdiameter lebih dari 2 cm terdeteksi di luar panggul di dalam perut dan mungkin di luar hati atau limpa.

Pada kanker tahap ini, pengobatannya tidak berbeda jauh dengan kanker stadium 2. Hanya saja akan lebih banyak pilihan obat dan siklus kemoterapi yang di lakukan.

Kanker Stadium 4

Kanker ovarium stadium 4 dapat di artikan bahwa kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, seperti pada bagian organ hati dan bagian organ paru-paru. Jika sudah berada pada tahap ini, kanker ovarium juga mungkin menimbulkan berbagai penyakit komplikasi.

Sel kanker pada indung telur pada stadium 4 dapat di bedakan kembali menjadi beberapa kelompok, di antaranya adalah:

  • Kanker Stadium 4A (IVA) kondisi di mana sel-sel kanker telah di temukan dalam cairan di sekitar paru-paru.
  • Kanker Stadium 4B (IVB) keadaan sel kanker telah menyebar ke bagian dalam limpa, hati, atau ke kelenjar getah bening yang jauh atau ke organ lain seperti paru-paru dan tulang.

Beberapa Metode Pengobatan Kanker Ovarium

Berdasarkan stadium kanker ovarium, Metode pengobatan dan penanganan di lakukan dengan berbeda cara. Faktor kondisi dari pasien, dan ada atau tidaknya keinginan pasien untuk memiliki keturunan. Akan tetapi secara umum, metode pengobatan dan penanganan utama kanker ovarium di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Operasi

Tindakan operasi atau pembedahan yang di lakukan adalah pengangkatan organ ovarium, baik salah satu maupun kedua ovarium, tergantung kondisi pasien. Selain hanya mengangkat ovarium, operasi juga dapat di lakukan untuk mengangkat rahim (histerektomi) dan jaringan sekitarnya, jika kanker sudah benar-benar menyebar.

Ahli medis akan menjelaskan manfaat dan risiko operasi yang di lakukan. Beberapa jenis operasi dapat membuat seseorang tidak bisa memiliki anak lagi, maka sangat di sarankan untuk mendiskusikan atau mengadakan konsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis atau dokter mengenai operasi yang akan di lakukan.

2. Kemoterapi

Metode kemoterapi di lakukan dengan pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Metode kemoterapi dapat di kombinasikan dengan operasi dan radioterapi, serta bisa di lakukan sebelum tindakan operasi atau setelahnya.

Tindakan kemoterapi yang di berikan sebelum operasi atau radioterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker. Sedangkan tindakan kemoterapi yang di berikan setelah operasi atau radioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa.

Beberapa contoh jenis obat-obatan untuk kemoterapi adalah Carboplatin, Paclitaxel, Etoposide, Gemcitabine

3. Radioterapi

Metode radioterapi di lakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan memfokuskan sinar radiasi pada bagian tubuh yang terdapat sel kanker . Radioterapi dapat di kombinasikan dengan kemoterapi atau operasi. metode Radioterapi biasanya di berikan pada pasien kanker ovarium stadium awal, setelah operasi.

Selain itu, radioterapi juga dapat di berikan kepada pasien kanker ovarium stadium akhir, dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar ke jaringan tubuh lain.

4. Terapi pendukung

Penderita kanker ovarium yang sedang menjalani pengobatan juga akan di berikan terapi pendukung, seperti obat pereda nyeri atau anti mual, untuk meredakan gejala kanker ovarium dan mengurangi efek samping dari metode pengobatan kanker. Terapi tersebut di berikan agar pasien lebih nyaman dalam menjalani pengobatan.

Semakin cepat gejala kanker ovarium terdeteksi dan di tangani, peluang penderita untuk bertahan hidup pun akan semakin besar. Hampir separuh atau 50% penderita kanker ovarium dapat bertahan setidaknya selama 5 tahun setelah terdiagnosa, dan 30% lainnya memiliki harapan hidup setidaknya selama 10 tahun.

Ironisnya penderita yang sudah sembuh dari kanker ovarium tidak menutup kemungkinan berpotensi untuk kembali memiliki kanker dalam kurun waktu beberapa tahun. Oleh karena itu pasien yang telah dinyatakan sembuh dari kanker ini di sarankan tetap menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatannya.

Baca Juga : Mengerikan ! Kanker Mesothelioma, Gejala dan Penyebabnya

Komplikasi Kanker Ovarium

Kanker ovarium dapat menimbulkan komplikasi, terutama jika sudah memasuki stadium lanjut. Berbagai komplikasi ini terjadi karena sel-sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya adalah :

  • Perforasi atau terjadi luka yang mengakibatkan lubang pada usus.
  • Penimbunan atau penumpukan cairan pada selaput paru-paru (efusi pleura).
  • Terjadi penyumbatan pada saluran kemih.
  • Adanya penyumbatan pada usus.

semoga dengan adanya artikel ini dapat memberikan manfaat dan masukan yang dapat membawa para wanita di indonesia atau bahkan wanita  di seluruh dunia untuk dapat lebih waspada terhadap bahaya penyakit kanker ovarium yang sangat sulit untuk disembuhkan, karena bagaimanapun kesehatan adalah salah satu hal yang paling berharga dalam hidup ini.