Kanker Mesothelioma Kenali Gejalanya

Di era pembangunan dan mordernisasi berbagai infrastruktur seperti sekarang ini. Kita harus pandai menjaga kesehatan dan mengetahui informasi seputar kesehatan disekitar kita. Oleh karena itu, banyak hal yang harus kita ketahui seperti salah satu penyakit kanker yang akan kami bahas, yakni Mesothelioma.

Pengertian Mesothelioma sendiri adalah kanker yang menyerang bagian mesothelium, sedangkan mesothelium adalah lapisan jaringan tipis yang menyelimuti sebagian besar organ dalam tubuh. dibawah ini adalah jenis kanker mesothelioma beserta pengertiannya, diantaranya adalah :

Jenis Kanker Mesothelioma

  1. Mesothelioma pleura (pleural mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang mesothelium pada bagian selaput paru-paru (pleura), kanker ini merupakan yang paling sering terjadi pada masyarakat umum.
  2. Mesothelioma peritoneum (peritoneal mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang mesothelium pada bagian selaput rongga perut (peritoneum).
  3. Mesothelioma perikardium (pericardial mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang mesothelium pada lapisan pelindung organ jantung (perikardium), kanker jenis ini cukup jarang terjadi pada masyarakat.
  4. Mesothelioma testis (testicular mesothelioma)
    adalah kanker yang menyerang mesothelium pada lapisan pelindung testis atau buah zakar, kanker ini juga terbilang jarang terjadi pada masyarakat.

Penyebab Kanker Mesothelioma

Penyebab khusus untuk kanker mesothelioma belum bisa dipastikan. Namun pada umumnya mesothelioma selalu dikaitkan oleh paparan asbes atau asbestos yang masuk atau terhirup melalui saluran pernafasan dan kemudian menginfeksi bagian – bagian mesothelium organ dalam tubuh.

Asbestos adalah mineral yang banyak digunakan untuk material konstruksi bangunan, seperti pada penggunaan bahan atap, mineral asbestos juga tahan panas dan tahan api.

Asbestos menghasilkan serat dan debu halus yang mudah terhirup, juga tertelan yang kemudian bergerak melalui saluran limfatik lalu mengendap dan menghinfeksi sel di selaput rongga perut (peritonium).

Selain Itu paparan material berbahaya ini juga dapat menginfeksi bagian reproduksi dan jantung, namun hal ini sangat jarang terjadi karena proses penyebarannya belum diketahui secara pasti.

Secara umum, ada beberapa hal yang mempengaruhi besarnya kemungkinan seseorang terkena mesothelioma, diantaranya adalah:

  • Lingkungan yang  rentan akan paparan mineral asbestos,  seperti sekitar area tambang mineral, lokasi konstruksi, sekitar area industri, dekat area pembangkit listrik, atau disekitar area pabrik.
    Bertempat tinggal yang tanahnya mengandung mineral asbestos atau tercemar oleh limbah industri.
  • Memiliki family atau anggota keluarga yang bekerja di lingkungan yang rentan terpapar oleh asbestos, yang kemudian asbestos yang menempel pada kulit atau pakaian dan terbawa ke dalam lingkungan rumah atau lingkungan lainnya.
  • Memiliki riwayat kelainan genetika yang memungkinkan untuk meningkatnya resiko kanker.

Selain asbestos, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi terjangkitnya mesothelioma. Beberapa diantaranya adalah, paparan dari mineral erionite yang biasanya banyak ditemukan di tambang batuan sedimen, kemudian paparan dari radiasi bahan kimia thorium dioksida yang digunakan dalam pemeriksaan foto rontgen.

Baca Juga : Obat Kanker Mesothelioma

Gejala Mesothelioma

kanker mesothelioma

Seseorang yang terjangkit mesothelioma mungkin tidak merasakan apapun pada masa berkembangnya sel kanker atau pada tahap stadium awal, mesothelioma akan berkembang secara bertahap dan mulai menimbulkan gejala setelah berkembang pada rentang waktu yang cukup lama yakni sekitar 20 sampai dengan 30 tahun.

Pasien atau penderita mesothelioma akan memiliki gejala yang berbeda sesuai dengan tipe atau jenis mesothelioma yang dideritanya, atau sesuai dengan lokasi sel kanker yang berkembang didalam tubuh si penderita.

Pada mesothelioma yang menyerang bagian paru-paru (Pleural Mesothelioma) biasanya ditandai dengan gejala :

  • Demam dan berkeringat, terutama pada saat malam hari.
  • Batuk yang disertai dengan rasa nyeri yang tidak tertahankan.
  • Rasa lelah yang selalu berlebihan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Muncul benjolan, tepatnya di bawah jaringan kulit area dada.
  • Pembangkakan dan perubahan bentuk pada ujung jari.
  • Sering merasa nyeri dibagian dada.
  • Merasa sesak nafas yang disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru, lebih tepatnya di rongga pleura, atau ruangan antara lapisan kedua pleura yang melapisi paru-paru.

Sedangkan pada Peritoneal mesothelioma atau kanker mesothelioma yang menyerang bagian rongga perut, ditandai dengan gejala:

  • Konstipasi atau sulit membuang air besar.
  • Diare.
  • Hilang nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang drastis.
  • Merasa nyeri yang berlebih di bagian perut.
  • Adanya pembengkakan di bagian perut.
  • Muncul benjolan di bagian perut.
  • Gangguan pada area pencernaan seperti gangguan saat buang air besar dan air kecil.

Untuk Pericardial Mesothelioma dan Testicular Mesothelioma atau mesothelioma yang menyerang lapisan bagian jantung dan testis sangat jarang terjadi pada khalayak umum, namun adapun untuk gejala yang terjadi biasanya ditandai dengan sesak nafas dan nyeri pada dada sebelah kiri (letak jantung pada umumnya).

Gejala yang terjadi pada mesothelioma bagian testis biasanya ditandai dengan adanya benjolan atau terjadi pembengkakan pada bagian testis atau buah zakar serta merasakan nyeri pada saat buang air kecil.

Pada intinya gejala-gejala mesothelioma tidak dapat dipastikan atau tidak spesifik, bisa saja ditandai oleh kondisi lain. Namun gejala yang kami sebutkan diatas merupakan yang paling besar kemungkinan terjadi jika adanya mesothelioma yang berkembang pada tubuh.

Oleh karena itu, sangat kami sarankan untuk segera konsultasi dan menemui dokter apabila merasakan hal yang tidak wajar pada tubuh anda, terutama apabila terpapar oleh asbestos dan mineral lainya yang berbahaya.

Diagnosis Mesothelioma

Untuk memastikan seseorang mengidap atau menderita mesothelioma, maka seorang dokter harus melakukan diagnosis lanjutan seperti pemeriksaan fisik yang diperkuat oleh gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya,  Oleh karena itu, maka perlu juga dilakukan beberapa tes pencitraan seperti :

  • Foto Rontgen

    ini diperlukan untuk mendeteksi adanya kelainan pada bagian dada atau bagian paru-paru, seperti penebalan pada lapisan paru-paru, perubahan bentuk paru-paru pada bagian-bagian tertentu,  adanya cairan pada rongga pleura.

  • CT scan

    Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa bagian dada dan perut, apakah ada tanda-tanda pembetukan kanker, memeriksa sudah sejauh mana sel kanker yang telah berkembang, dan juga memastikan lokasi sel kanker berada.

  • PET (Positron Emission Tomography)

    Untuk diagnosis lanjutan ini di perlukan untuk lebih mendapatkan detail tentang sel kanker yang ada di dalam tubuh, pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikan cairan atau komponen radioaktif, sehingga dapat menampilkan aliran darah, metabolisme tubuh, bahkan dapat mengetahui tingkatan stadium sel kanker yang ada.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

    Pemerikasaan ini memanfaatkan medan magnetik dan energi gelombang guna mendapatkan gambaran yang lebih detail serta menentukan lokasi sel kanker berada.

  • Pemeriksaan sampel cairan

    Pemeriksaan ini biasanya dilakukan apabila pasien mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan dalam tubuh terkait mesothelioma. Oleh karena itu, perlu adanya pemeriksaan dengan cara pengambilan sampel cairan dengan cara menyedot  menggunaan jarum suntik pada area yang terjadi pembengkakan atau penumpukan cairan.
    Untuk selanjutnya cairan tersebut akan diperiksa dan dianalisa di laboratorium untuk memastikan dan mendeteksi keberadaan sel kanker, ada beberapa jenis tes untuk pengambilan sampel cairan, diantaranya adalah:
    – Thoracentesis, adalah pengambilan sampel cairan pada area rongga pleura.
    Paracentesis, pengambilan cairan di rongga perut.
    – Pericardiocentesis, pengambilan sampel cairan di lapisan (membran) sekitar jantung.

  • Biopsi

    Adalah pemeriksaan dengan metode prosedur pengangkatan sampel jaringan pada bagian tubuh tertentu yang kemudian akan dianalisa dalam laboratorium.

    Adapun berapa jenis pemeriksaan biopsi diantaranya adalah:Pertama, Biopsi Jarum, adalah jenis biopsi yang menggunakan jarum panjang yang dimasukkan kedalam kulit melalui rongga dada atau perut untuk mengambil sampel jaringan dalam tubuh.Kedua,  Torakoskopi, Laparoskopi, dan Mediastinoskopi, 

    Adalah biopi yang menggunakan selang elastis kecil yang berkamera dan beberapa alat bedah khusus yang dimasukan melalui satu atau lebih sayatan untuk melakukan pengangkatan sampel jaringan dalam tubuh.

    Untuk metode biopi ini tergantung pada letak dimana pangangkatan sampel dilakukan, seperti Torakoskopi dilakukan untuk memeriksa ruang antara paru-paru dan dinding dada, Laparoskopi dilakukan untuk memeriksa bagian dalam organ perut, Sedangkan Mediastinoskopi dilakukan untuk memeriksa area sekitar jantung.

    Ketiga, Biopsi melalui operasi, dibeberapa kondisi biasanya dokter dapat mengambil langkah untuk melakukan operasi guna mendapatkan sampel yang lebih besar atau apabila memungkinkan para dokter dapat memutuskan untuk melakukan pengangkatan sel kanker secara keseluruhan.

    dua jenis biopsi melalui operasi ini diantaranya :
    1. Torakotomi, yaitu jenis biopi dangan melakukan operasi terbuka di bagian dada, dan
    2. Laparotomi, adalah jenis biopi yang dilakukan melalui operasi terbuka di bagian perut.

    Keempatini adalah jenis biopsi yang terakhir adalah Biopsi Bronkoskopi, yaitu standart pengangkatan sampel jaringan dengan memasukan tabung panjang dan tipis yang elastis melalui tenggorokan untuk memeriksa saluran pernafasan.

Stadium Mesothelioma

kanker mesothelioma

Mesothlioma di bagi menjadi empat stadium berdasarkan tingkat penyebarannya. dimana pembagian ini memungkinkan dokter mengambil langkah pengobatan yang akan dilakukan dan cara mengidentifikasi jenis dan perkembangan sel kanker yang ada di dalam tubuh pasien.
Penjelasan tentang keempat satadium mesothelioma tersebut adalah sebagai berikut:

  • Stadium 1
    Dimana tumor masih berada pada satu bagian tubuh dan sel kanker belum menyebar ke sekitar area atau jaringan organ lain. Tindakan yang dapat dilakukan pada stadium ini dapat berupa operasi pengangkatan secara keseluruhan tumor, sebelum sel kanker tersebut mulai menyebar ke area organ sekitar atau organ lainnya.
  • Stadium 2
    Pada stadium ini adalah tingkatan lanjutan dari stadium sebelumnya, yakni keadaan tumor yang mulai membesar dan sel kanker mulai menyebar ke area terdekat, tindakan operasi masi dapat dilakukan, Akan tetapi hasilnya akan tidak terlalu efektif.
  • Stadium 3
    Pada tingkatan stadium ini, sel kanker telah menyebar ke area dan jaringan organ sekitar, maka tindakan operasi mungkin sudah tidak akan ditempuh para dokter karena sudah tidak efektif.
  • Stadium 4
    Dalam tingkatan stadium ini pasien memiliki angka harapan hidup yang sangat kecil dan dalam rentan waktu bisa dibilang sangat singkat, karena sel kanker telah menyebar ke berbagai organ lain melalui aliran darah, tindakan yang mungkin dilakukan adalah merekomendasikan pengobatan yang masih dalam tahap penelitian dan hasilnya hanya akan memperpanjang kesempatan hidup pasien.

Pengobatan Mesothelioma

Mesothelioma adalah salah satu penyakit kanker yang jarang terjadi dan hingga kini penyakit ini masi sulit untuk disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengurangi gejala yang dialami dan memperpanjang kesempatan hidup pasien.

Beberapa faktor yang menentukan langkah pengobatan yang mungkin diambil. Meliputi dari segi usia dan kesehatan sang pasien, jenis dan lokasi mesothelioma yang di derita. Kemudian dari segi stadium atau penyebaran sel kanker dalam tubuh pasien, dan yang terakhir dari segi ukuran mesothelioma.

Maka berdasarkan pertimbangan tersebut, berikutnya dokter mungkin akan mengambil langkah pengobatan sebagai berikut:

Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan yang menggunakan terapi obat-obatan anti kanker. Ditujukan untuk mengecilkan bahkan menghancurkan sel kanker.

kemoterapi bisa dilakukan sebelum atau sesudah operasi yang bertujuan untuk memudahkan proses pengangkatan tumor. Atau mengecilkan resiko sel kanker tumbuh kembali setelah operasi.

Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi pengobatan ini menggunakan sinar X atau sinar proton yang di arahlan ke area tertentu. Khususnya pada tubuh tempat sel kanker berada. terapi ini biasanya dilakukan setelah tindakan operasi pengangkatan sel kanker dilakukan.

Tujuannya adalah menghancurkan atau menghilangkan sisa sel kanker pada jaringan tubuh.

Operasi

Tindakan Pembedahan atau proses operasi dilakukan biasanya jika mesothelioma sudah teridentifikasi pada tahap stadium awal dan belum menyebar ke sekitar jaringan organ lain.

Beberapa tindakan yang mungkin dilakukan pada saat operasi dilakukan adalah seperti pengangkatan sel kanker sebanyak mungkin dari tubuh pasien.

Kemudian penyedotan cairan akinat penumpukan cairan di area dada yang dapat mengganggu pernafasan.

Pengangkatan sebagian jaringan di daerah sekitar rongga perut, tulang rusuk, dan sekitar paru-paru yang terpapar sel kanker.
Dan Pengangkatan bagian organ paru-paru dan jaringan disekitarnya yang terkena sel kanker, tindakan ini dapat dilanjutkan dengan radioterapi.

Multimodality therapy

Pengobatan ini adalah terapi gabungan dari tiga  atau lebih tindakan pengobatan, seperti pembedahan untuk pengangkatan sel kanker, kemudian kemoterapi pascaoperasi untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker lalu di lanjutkan oleh terapi radiasi untuk memperbesar angka keberhasilan pengobatan

Tahap penelitian

Jika dokter merekomendasikan pengobatan yang amasih dalam tahap penelitian. artinya kesempatan pasien untuk sembuh dari kanker ini belum dapat dipastikan.

Oleh karena itu perlu adanya penelitian dan analisa lebih lanjut dalam kasus kasus yang sangat jarang terjadi ini. Para dokter memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengembangkan pengobatan terkait mesothelomia.

Beberapa metode pengobatan yang masih dalam  penelitian yang dapat dilakukan terhadap pasien diantaranya adalah :

  1. Terapi biologis, yakni menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker yang tumbuh, atau  bisa disebut imunoterapi.
  2. Therapy gen, adalah dengan mengubah gen dalam sel kanker untuk menghentikan pertumbuhannya
  3. Pengobatan target, dimana metode yang menggunakan obat atau zat lainnya guna menyerang  menargetkan kelainan atau abnormalitas yang terjadi dalam sel kanker.

Pengobatan pendukung

Dalam hal ini pengobatan pendukung dapat dilakukan untuk meredam atau mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan dari gejala mesothelioma. Bahkan dapat membantu penderita atau pasien untuk mengendalikan tanda atau gejala yang terjadi pada tubuhnya, seperti dengan cara :

  • Latihan pernafasan, ini dapat dilakukan guna mengendalikan pernafasan ketika saat-saat dimana pasien mengalami kesulitan untuk bernafas.
  • Latihan relaksasi tubuh, untuk mengurangi ketegangan otot di bagian- bagian tertentu seperti pada bagian otot pernafasan, maka pasien akan lebih mudah bernafas.

Pencegahan Mesothelioma

Guna mencegah mesothelioma yang utama adalah menghindari kontak dengan berbagai hal yang berpotensi  mangandung asbestos atau menghindari berbagai lokasi yang memungkinkan adanya polusi udara yang berbahaya bagi saluran pernafasan.

jika anda bekerja pada lingkungan yang beresiko tinggi terpaparnya asbestos.

maka perlu lebih waspada dan mengikuti standart keselamatan pekerja yang telah di tetapkan oleh perusahaan seperti:

  1. Menggunakan alat pelindung diri selama berada di kawasan atau area yang rentan terpapar oleh asbestos.
  2. Membuang sisa material asbestos pada tempat yang aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
  3. Mengganti pakaian dengan yang bersih setelah keluar dari area kerja.

Untuk mengurangi resiko mesothelioma lakukan ini :

  1. Selalu menggunakan masker selama berada di kawasan atau area yang rentan terpapar zat asbestos.
  2. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
  3. Jika anda seorang perokok, mulai pikirkan kembali kesehatan anda di masa mendatang.
  4. Pikirkan untuk mulai berhenti merokok.
  5. Karena rokok secara tidak langsung adalah salah satu faktor utama pemicu berbagai jenis kanker termasuk mesothelioma.
  6. Pelajari tentang penanganan material yang mengandung asbestos, jangan melakukan kontak atau memindahkan barang atau materi lainnya yang mengandung asbestos.